Esai Sastra Novel “Laskar Pelangi” oleh Muhammad Aditama Anugerah

 Esai Sastra Novel “Laskar Pelangi” 

karya Andrea Hirata

Oleh: Muhammad Aditama Anugerah


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi

    Menurut saya sosok Tripani dan Harun dicerita laskar pelangi terlalu sedikit padahal dua tokoh ini sangat lah penting. Padahal dua tokoh ini adalah kunci untuk menyelesaikan masalah di SD Muhammadiyah dan menyelamatkan sekolah. Tripani hanya berkata “Harun” padahal Tripani titik awal dari sebuah penyelesaian masalah saya sedikit kurang suka dengan penulis yang hanya menggunakan tokoh Tripani sekali dialog, padahal kan bisa saja penulis menggunakan tohoh Tripani di awal mula konflik dengan cara Tripani bermain dengan Harun atau Tripani ingin membantu sekolahnya. Dan menurut saya tokoh Harun, tokoh yang tiba-tiba datang tanpa dijelaskan latar belakangnya menjadi kekurangan yang ada di novel ini tidak seperti tokoh yang lain yang dijelaskan tidak secara rinci.

    Cerita laskar pelangi menurut saya sangat banyak menggunakan majas gaya bahasa membuat penuturan gaya bahasanya yang berat dan terlalu penuh dengan majas-majas. Buktinya “titik-titik keringat yang bertimbulan diseputar hidungnya menghapus bedak tepuk beras yang dikenakannya, membuat wajahnya coreng moreng seperti pameran emban bagi permaisuri dalam Dul Muluk, sandiwara kuno kampung kami”, dan di latar waktu juga tidak dijelaskan secara rinci tentang waktu kejadian. Oleh karena itu, menyebabkan pembaca sedikit kebingungan. Contohnya “ Lebih mudah menyerahkan pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”


Editor: NA

Publisher: TR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Novel ''Laskar Pelangi'' oleh Febiyani Fadillah

Esai Sastra Novel “Oh My Savior” oleh Karmila Nur Alifia

Esai Sastra Novel “Saga” oleh Tio Rifaldo