Nge - Geng Boleh Asal Pintar Memilih

Seperti yang diketahui sekolah adalah tempat berkumpul nya siswa/siswi yang memiliki berbagai karakter yang unik dalam interaksi sosial mereka pula hal ini akan menciptakan sekumpulan orang orang yang sefrekuensi dikenal juga dengan geng gengan Tidak beda sama yang namanya sahabat, temenan satu geng biasanya dimulai dari rasa cocok dan adanya kesamaan minat atau hobi. Misalnya nih, kalian yang hobi nyanyi, nge-gengnya pasti sama temen yang juga suka nyanyi. Jadi, kalau lagi ngumpul bareng, bisa karaokean, terus bisa nonton konser bareng. Bahkan, nge-geng enggak cuma bisa dijadiin kegiatan ngumpul bareng dan ketawa bareng aja. Geng juga bermanfaat buat nampung unek-unek. Sedihnya, sekarang banyak geng yang salah kaprah. Banyak geng yang dibentuk cuma buat gaya-gayaan, bahkan untuk melegalkan perilaku kekerasan. 

Lalu, apakah semua siswa/siswi disekolah harus ikut nge geng? pada usia remaja, kebutuhan untuk nge-geng itu lumrah. Bahkan, buat sebagian orang jadi penting karena pada usia remaja, mereka butuh pengakuan, Geng inilah yang membuat mereka bisa tampil dan diakui, sekaligus untuk menunjukkan keberadaan mereka di lingkungannya. Punya geng jadi cara supaya mereka dianggap gaul Nge-geng juga bisa jadi sarana positif buat remaja untuk berbagi masalah yang mereka hadapi. Selama kegiatan yang dilakukan positif, pada usia dewasa nanti, kebiasaan itu akan berhenti karena faktor usia. Dengan bertambahnya usia, kebutuhan nge-geng akan hilang karena rasa percaya diri mereka sudah kuat.

Sayangnya, kalau sudah nge-geng, para anggotanya biasanya nih jadi punya nyali ngelakuin dan nyobain apa saja. Hal-hal positif, misalnya, para anggota geng berdiskusi atau belajar berkelompok. Kalau yang negatif, misalnya, bersama-sama nyobain minuman keras, narkoba, atau malak.

Bagaimanapun, pilihan buat nge-geng atau enggak, terutama memilih teman-teman yang sesuai itu, ada di tangan kita sendiri. Tetapi, bagaimanapun juga, kita harus selalu waspada, pilih teman yang memang memberi pengaruh positif. Apa iya sih kita mau punya masa depan sebagai preman? Chuakss, enggak bangetlah.


Keywords : Pelajar, Pertemanan 

Kelompok : Erlanda Rijki Virdaos Zeen dan Muhammad Hidayat Al - A'rraf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Novel ''Laskar Pelangi'' oleh Febiyani Fadillah

Esai Sastra Novel “Oh My Savior” oleh Karmila Nur Alifia

Esai Sastra Novel “Saga” oleh Tio Rifaldo